Lorem

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Ipsum

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Dolor

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.
 

BAB VI PERSAMAAN PARAMETRIK DAN VEKTOR PADA BIDANG

Minggu, 28 Mei 2017

1. persamaan parametrik
Fungsi parametrik adalah fungsi yang dipengaruhi oleh paramater tertentu. misalnya ” t”. Jadi bukan lagi y=f(x) akan tetapi x=f(t) dan y=g(t). Perlunya menggunakan fungsi parametrik adalah karena suatu kurva berubah posisi koordinatnya (x,y) lebih karena dipengaruhi oleh faktor “t”. Sehingga kadang kurva terlihat begitu rumit, model kurva ini dibagi menjadi 4 kelompok
Berikut ini contoh sebuah fungsi parametrik dan bagaimana membuat gambarnya
0502 example1 param func
Untuk membuat gambarnya, lebih mudah untuk membuat tabel 3 kolom seperti dibawah ini kemudian baru digambar. Buatlah titik-titik koordinat (x,y) hasil dari memasukkan nilai “t” ke dalam persamaan f(t) dan g(t), kemudian dilanjutkan dengan membentuk kurva yang mulus
0502 example1 param sketch
Terlihat dari gambar di atas, adalah sebuah kurva parabola. Dan kita bisa mengetahui persamaan parametrik di atas merupakan persamaan parabola atau bukan, dengan mengeliminasi paramater “t”. Caranya sebagai berikut
0502 example1 param delete

Seperti halnya persamaan dalam bentuk y=f(x), maka persamaan parametrik juga bisa diturunkan dan juga diintegralkan. Akan tetapi harus mengikuti beberapa cara berikut
Penurunan Funsi Parametrik
Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan contoh berikut
0504 example1

2. vektor pada bidang
Misalkan, dengan x dan y adalah bilangan real. Sehingga X adalah ruas garis berarah dengan pangkal O dan ujung P(x,y). Garis berarah dari O ke P dinyatakan dengan; O disebut pangkal dan P disebut ujung. 
Sebuah Vektor pada Bidang adalah matriks berukuran 2 × 1

Dengan 𝑥, 𝑦 ∈ R
Atau vector dapat kita definisikan vector adalah ruas garis berarah yang panjang dan arahnya tertentu. 
Suatu vektor terdiri dari panah – panah yang digambarkan, panah ini memiliki 2 ujung, yaitu titik awal (pangkal) dan titik akhir (ujung). Vektor adalah besaran yangmempunyai nilai dan arah. Dua vektor dikatakan ekuivalen jika kedua vektor tersebutmemiliki besaran dan arah yang sama.
Kita dapat menuliskan vektor tersebut dengan huruf tebal, seperti u dan v. Besaran dari vector u dilambangkan dengan |u|.


a. penjumlahan vektor
Cara segitiga 
Dalam cara ini, titik pangkal vektor b berimpit ruas dengan titik ujung vektor a. Jumlah vektor a dan b didapat dengan menarik ruas garis dari titik pangkal vektor a ke titik ujung vektor b. Ruas garis ini diwakili oleh vektor c. Akibatnya, a + b = c.
 Cara jajargenjang
Misalkan, vektor a mewakili ruas garis berarah dari titik pangkal A ke titik B dan vektor b mewakili ruas garis berarah dari titik pangkal C ke titik D. Dalam cara jajargenjang, titik pangkal vektor a berimpit dengan titik pangkal vektor b, yaitu A= C.

misal
 adalah dua vector pada bidang. Hasil jumlah dari a dan b adalah vector 𝒂 + 𝒃 = 
contoh :
misalkan
Secara geometri, penjumlahan vector dapat dijelaskan sebagai berikut. Misalkan
Penjumlahan vector menurut aturan segitiga adalah sebagai berikut
Sehingga v+u adalah vector yang diwakili oleh segmen garis berarah yang pangkalnya berimpit dengan pangkal v dan ujungnya berimpit dengan ujung u yang telah dipindahkan sedemikian sehingga pangkal u berimpit dengan ujung v. 

b. pengurangan vektor 
secara geometris, a dan b dapat dikurangkan sebagai berikut 
untuk vektor bidang berlaku

dengan menggunakan pasangan terurut, dapat dituliskan


c. perkalian titik/skalar vektor
Sudut \theta antara dua vektor yang tak nol, a dan b didefinisikan sebagai berikutdengan O sebarang titik di bidang dan A, B dipilih sehingga OA = a dan OB = b. Hasil kali skalar a dan b adalah bilangan riil yang dinyatakan oleh
 Besarandapat dipandang sebagai komponen dari b dalam arah a, ditulis kompa b =  
Maka hasil kali skalar dua vektor dapat ditulis dalam bentuk  atauadapun sifat-sifat perkalian skalar sebagai berikut:

BAB V KOORDINAT DAN PERSAMAAN KUTUB

Sabtu, 27 Mei 2017

1. koordinat kutub

Dua orang Perancis yaitu Pierre Fermat dan Rene Descartes, telah memperkenalkan system koordinat yang sekarang kita kenal dengan sebutan system koordinat Cartesius atau siku-siku. Sistem koordinat ini adalah dasar dari geometri analitik, dan sangat membantu pengembangan kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang kita capai hingga saat ini. Dengan memberikan jarak berarah dari dua sumbu yang tegak lurus bukanlah satusatumya jalan untuk menunjukkan kedudukan suatu titik pada bidang. Cara lain adalah menggunakan apa yang disebut koordinat kutub.
Kita mulai dengan menggambar sebuah setengah-garis tetap yang dinamakan sumbu kutub yang berpangkal pada sebuah titik 0. Titik ini disebut kutub atau titik asal. Biasanya sumbu kutub ini kita gambar mendatar dan mengarah ke kanan dan oleh sebab itu sumbu ini dapat disamakan dengan sumbu x positif pada sebuah system koordinat siku-siku. Setiap titik P (selain dari kutub) adalah perpotongan antara sebuah lingkaran tunggal yang berpusat di 0 dan sebuah sinar tunggal yang memancar dari 0. Jika r adalah jari-jari lingkaran dan θ adalah salah satu sudut antara sinar dan sumbu kutub, maka (r, θ) dinamakan sepasang koordinat kutub dari titik P
koordinat kutub :
    P (r, θ)
r : jarak dari O ke P (arah dari O menuju ke P)
θ : sudut antara sumbu x dan garis OP

contoh:
pada gambar diatas ada dua lingkaran yang kecil berjari-jari 2 dan yang besar berjari-jari 3.Dan juga terdapat dua garis lurus yang menunjukkan sudut diukur dari sumbu polar.Titik A terdapat pada lingkaran kecil (r=2) dengan sudut π/4 sehingga dapat dinyatakanA (2, π/4)Titik B terdapat pada lingkaran besar (r=3) dengan sudut π/2 sehingga dapat dinyatakanB (3, π/2). begitu seterusnya untuk titik C, D, E dan F.

Dalam sistem koordinat polar titik asal O dinamakan kutub (pole) dan sumbu x dinamakan sumbu kutub (polar axis).
titik pada kordinat polar merupakan titik potong antara jari-jari lingkaran yang berpusat pada titik kutub dan garis arah sudut
Titik-titik yang dilukiskan oleh koordinat kutub paling mudah digambar apabila kita menggunakan kertas grafik kutub. Pada kertas grafik kutub telah tergambar lingkaranl-ingkaran yang sepusat dan sinar-sinar yang memancar dari pusat itu. seperti  pada gambar berikut telah terlukis beberapa titik yang dituliskan koordinat-koordinat kutubnya.
Perhatikan sebuah sifat berikut yang tidak ada pada sebuah system koordinat Cartesius. Tiap titik memiliki banyak koordinat kutub. Ini adalah akibat sifat bahwa sudut-sudut θ + 2πn, n = 0, ±1, ±2,…memiliki kaki-kaki yang sama. Misalnya, titik dengan koordinat kutub (4, π/2) juga memiliki koordinat (4, 5π/2), (4, 9π/2), (-4, 3π/2), dan seterusnya. Bahkan hal ini berlaku juga jika r diperbolehkan memiliki nilai yang negatif. Dalam hal ini (r, θ) terletak pada sinar yang berlawanan arah dengan sinar yang dibentuk oleh θ dan yang terletak r satuan dari titik asal. Dengan demikian, titik dengan koordinat kutub (-3, π/6) dapat kita lihat pada Gambar berikut


jadi titik dengan koordinat  Titik asal mempunyai koordinat  (-3, π/6) sama saja dengan titik  (-3, 13π/6),  (3, -11π/6),  (-3, 25π/6),  (3, 7π/6) dan seterusnya. titik asal mempunyai koordinat (0, θ), di mana θ sudut sembarang.

2. persamaan kutub
Seperti halnya dengan system koordinat siku-siku, kita juga dapat menggambarkan grafik sebuah persamaan kutub. Grafik persamaan kutub adalah himpunan titik-titik yang mempunyai paling sedikit sepasang koordinat kutub yang memenuhi persamaan yang bersangkutan. Salah satu cara untuk menggambar grafik itu adalah dengan menyusun daftar nilai-nilai koordinat, kemudian menggambar titik dengan koordinat-koordinat yang bersangkutan dan akhirnya menghubungkan titik itu dengan sebuah kurva yang mulus.
pada  sistem koordinat kartesius siku-siku, dapat disusun persamaan kartesius dengan peubah-peubah x dan y; maka dengan sistem koordinat kutub, dapat pula disusun persamaan kutub dengan peubah-peubah r dan  θ.

Contoh 1. : 
Gambar grafik persamaan kutub r = 8 sin θ
Penyelesaian :
Kita ganti kelipatan π/6 untuk θ dan menghitung nilai r yang bersangkutan. Apabila θ naik dari 0 hingga 2π, grafik dilintasi dua kali 


 contoh 2 :
Gambarlah grafik dari r = 2/1-cos θ
penyelesaian :

Perhatikan gejala yang tidak akan terjadi dengan system koordinat siku-siku. Koordinat (-2, 3π/2) tidak memenuhi persamaan. Walaupun demikian titik P (-2, 3π/2) terletak pada grafik, sebab (2, π/2) merupakan koordinat P dan memang memenuhi persamaan tersebut. Kita dapat menarik kesimpulan bahwa dalam system koordinat kutub, walaupun ada sepasang koordinat tertentu yang tidak memenuhi suatu persamaan, tetapi ini tidak perlu mengakibatkan bahwa titik yang bersangkutan tidak terletak pada grafik persamaan itu. Kenyataan ini mengakibatkan banyak kesulitan; kita harus belajar terbiasa dengan kenyataan tersebut.

3. hubungan koordinat kutub dan koordinat kartesius 
Andaikan sumbu kutub berimpit dengan sumbu x positif system koordinat Cartesius. Maka koordinat kutub (r, θ) sebuah titik P dan koordinat Cartesius (x, y) titik itu dihubungkan oleh persamaan :

Hubungan tersebut jelas berlaku untuk sebuah titik P yang berada di dalam kuadran pertama, yang dapat kita lihat pada Gambar berikut 
contoh 1 :
Tentukan koordinat Cartesius dari titik yang koordinat kutubnya adalah (4, π/6). Tentukan juga koordinat kutub titik yang koordinat Cartesiusnya adalah
Penyelesaian :
Jika (r, θ) = (4, π/6), maka 

gambar 8 
                                                               
Ada kalanya grafik persamaan kutub dapat kita lukis dengan mencari persamaannya dalam system Cartesius. Sebagai contoh kita sajikan kasus di bawah ini
contoh 2 :
Buktikan bahwa grafik persamaan r = 8 sin θ adalah sebuah lingkaran dan bahwa grafik persamaan r = 2 / (1- cos θ) adalah sebuah parabol dengan jalan menulis persamaan Cartesius kurva tersebut. 
penyelesaian :
Kalikan ruas kiri dan kanan persamaan r = 8 sin θ dengan r, kita peroleh
 r2 = 8r sin θ 
dalam bentuk Cartesius persamaan tersebut, menjadi :
 x2 + y2 = 8y 
dan persamaan ini dapat diubah sebagai berikut : 
 x2 + y2 - 8y = 0 
 x2 + y2 - 8y + 16 = 16 
 x2 + (y - 4)2 = 16 
Persamaan terakhir ini adalah persamaan lingkaran yang berpusat di (0, 4) dan berjari-jari 4.  
PERHATIKAN 
Karena r bisa bernilai 0, ada kesalahan yang mungkin terjadi dalam mengalikan kedua sisi pada suatu persamaan kutub dengan r atau dalam membagi kedua bagian tersebut dengan r. Pada kasus yang pertama, kita dapat menambahkan kutub pada grafik; pada kasus kedua, kita dapat menghilangkan kutub dari grafik. Dalam Contoh di atas, kita kalikan kedua sisi dari r = 8 sin θ dengan r tanpa menimbulkan kesalahan karena kutubnya telah terdapat pada grafik sebagaimana titik dengan koordinat-θ 0.
Persamaan kedua kita ubah berturut-turut sebagai berikut :
 r = 2/1-cos θ
 r – r cos θ = 2
 r - x = 2 
 r = x + 2 
 r2 = x2 + 4x + 4 
 x2 + y2 = x2 + 4x + 4 
 y2 = 4(x + 1) 
Kita lihat bahwa persamaan terakhir ini adalah persamaan parabol dengan puncak di (-1, 0) dan dengan fokus di (0, 0)

BAB IV PARABOLA, ELIPS, HIPERBOLA

Senin, 10 April 2017

parabola
Parabola merupakan tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik dan sebuah garis tertentu.Bentuk kurva
disebut  parabola

P terletak pada kurva
Q terletak di sumbu-y
y1 = -p garis sejajar sumbu-x
R terletak pada garis y1
ada suatu nilai k sedemikian rupa sehingga PQ = PR
Q disebut titik fokus parabola Garis y1 disebut direktrik
Titik puncak parabola berada di tengah antara titik fokus dan direktriknya

Contoh gambar
Parabola horisontal dengan puncak (0,0), fokus (1, 0), dan garis arah x = –1
Parabola vertikal dengan puncak (0,0), fokus (0, 1), dan garis arah y = –1
contoh

Elips
Elips adalah tempat kedudukan titik yang jumlah jarak terhadap dua titik tertentu adalah konstan
Dua titik tertentu tersebut merupakan dua titik fokus dari elips
P dan Q dua titik tertentu, dan X sebuah titikdi bidang xy.
Contoh gambar
Elips horisontal dengan pusat (0, 0), puncak-puncak (5, 0), (–5, 0), (0, 4), (0, –4), fokus (3, 0), (–3, 0), dan garis arah x = ±25/3
Elips vertikal dengan pusat (0, 0), puncak-puncak (√2, 0), (–√2, 0), (0, 2), (0, –2), fokus (0,√2), (0, –√2), dan garis arah y = ±2√2/3

Hiperbola
 Hiperbola merupakan tempat kedudukan titik-titik yang selisih jaraknya terhadap 2 titik tertentu tetap
  • Selisih jarak itu = 2a (untuk elips horisontal) atau 2b (untuk elips vertikal)
  • Kedua titik tetap itu disebut fokus (F) → jarak antara F1 dan F2 adalah 2c
Hiperbola merupakan tempat kedudukan semua titik yang perbandingan jaraknya terhadap sebuah titik dan sebuah garis tetap = e , dimana e > 1
  • Titik-titik tertentu itu disebut fokus (F1 dan F2)
  • Garis yang melalui titik-titik F1 dan F2 disebut sumbu transvers (sumbu utama)/ sumbu nyata
  • Titik tengah F1 dan F2 disebut pusat hiperbola (P)
  • Garis yang melalui P dan tegak lurus sumbu transvers disebut sumbu konjugasi (sumbu sekawan)/ sumbu imajiner
  • Titik-titik potong hiperbola dan sumbu transvers disebut puncak hiperbola
  • Garis yang melalui fokus dan tegak lurus pada sumbu nyata dan memotong hiperbola di 2 titik → ruas garis penghubung kedua titik tersebut = Latus Rectum
contoh gambar
Hiperbola horizontal dengan pusat (0, 0), puncak (2, 0), (–2, 0), fokus (√6, 0), (–√6, 0),  dan asimtot y = ± ½√2 x
Hiperbola vertikal dengan pusat (0, 0), puncak (√2, 0), (–√2, 0), fokus (0, √6), (0, –√6),  dan asimtot y = ± ½√2 x





Lorem

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Ipsum

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Dolor

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.